Oleh : I.B Wika Krishna

Rasa khawatir dan ketakutan sepertinya selalu menghantui dan membayangi langkah manusia. Heeeheee… entah sudah berapa kali hadir dan pergi, mengiringi setiap langkah. Saat remaja, khawatir jika sampai jadi jomblo. Saat mendapat pasangan, khawatir tidak sejalan. Saat memiliki anak, khawatir akan masa depan mereka. Berlanjut khawatir akan pasangan anak-anak kita kedepan. Haaaah…. terus berlanjut, tanpa mau berhenti. Kekhawatiran dan ketakutan hadir begitu saja, kadang tanpa kita kehendaki.

Haahaa…. padahal kalau direnungkan, entah berapa kekhawatiran dan ketakutan kita lalui. Yeees…. dan kita masih hidup, berdiri tegar menjalani semua. Apakah karena semua kekhawatiran dan ketakutan tidak terjadi, atau karena semua berjalan sesuai keinginan ? Hmmmm…. sepertinya tidak. Ada rasa penerimaan atas realitaslah yang membuat masih berdiri tegar.

Menerima bahwa tidak semua sesuai dengan pikiran dan harapan. Bayangkan jika setiap kekhawatiran dan ketakutan itu terjadi. Mau tidak terima? Mau marah pada kehidupan? hahaha… atau menyalahkan orang lain? Hmmmm…. yang paling parah, jika kemudian larut menyalahkan diri sendiri. Helooowww…. tiada manusia yang sempurna dan begitu pula perjalanan hidup.

Sudahlah… biarkan saja rasa khawatir dan ketakutan hadir, demikian pula akan hadir keberanian untuk menghadapi. Kadang manusia itu unik, kitalah yang menghadirkan penyakit sekaligus mengobatinya. Heeeheee…. yaaa…. kita, bukan dia ataupun mereka.

Rahayu….
** Gus Wika


Oleh : I.B Wika Krishna

Pelayan kadang terlanjur diberi konotasi strata lebih rendah dari yang dilayani. Padahal dunia adalah lingkaran saling melayani satu sama lain. Entah dengan cara dan substansi yang berbeda, namun intinya seluruh alur kehidupan terangkai apik di dalamnya. Bahkan seorang presidenpun, adalah pelayan bagi rakyatnya. Baca entri selengkapnya »

Oleh : I.B Wika Krishna

Jogjaaaa Istimewaaa….!! demikian teriakan seluruh kontingen dan pelatih UDG D.I Yogyakarta, seusai upacara matur piuning. Setelah beberapa bulan mempersiapkan pelatihan dan akhirnya memohon lindungan dan anugrah Hyang Widhi di Pura Jagatnatha. Teriakan yang membuat diri merinding, karena semangat dan rasa kebersamaan yang sudah terbangun. Baca entri selengkapnya »

Oleh : I.B Wika Krishna

Langkah kakinya tak lagi tegap dan bergerak cepat, bahkan untuk melangkahkan kaki saja sudah tampak demikian berat. Tangan tak lagi lincah menyuarakan genta, bergerak lambat dan bergetar. Umur yang mulai merenta, namun spirit pelayanan dan pengabdian yang luar biasa. Tidak jarang, hanya untuk naik ke atas bale pawedan, beliau Ida Pedanda Ngurah Muter harus di bopong. Hmmm… sangat jauh dengan gambaran dahulu, ketika gerak beliau demikian lincah, menyelesaikan setiap pemujaan. Baca entri selengkapnya »